Internship : Muara Tawar!

Dalam rangka BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah), saya dan bapak ibu staf puskesmas tempatku mengabdi harus blusukan ke sekolah-sekolah untuk memberikan imunisasi ke siswa siswi SD. Hari senin kemarin, aku kebagian tugas mengunjungi sebuah sekolah nun jauh di sebelah utara Bekasi. Sekolah ini dibilang terpencil, ga juga sih karena toh waktu yang ditempuh dari puskesmas hanya sekitar 30 menit. Tetapi dibilang ga terpencil juga ga, hahaha karena untuk sampe sekolah ini kita harus naik perahu menyebrangi lautan.

Tandus!
Tandus!

Saat itu saya bersama Pak Somad, Bu Dalilah dan Teh Lia berangkat dari puskesmas pukul 08.30 menggunakan 2 buah motor. Untuk sampai ke pelabuhan kecil tempat kami akan naik perahu, dari puskesmas kami di kecamatan Tarumajaya terus menuju ke utara melewati PLTGU Muara Tawar dan Krematorium Nirwana, kemudian belok kanan menuju ke tempat pelelangan ikan dan akhirnya sampai di pelabuhan. Kurang lebih 10 menit dari puskesmas untuk sampai ke pelabuhan kecil tersebut. Dari sana, kami akan melanjutkan perjalanan dengan naik perahu, seru!

Pelabuhan nelayan tempat kami akan naik perahu
Pelabuhan nelayan tempat kami akan naik perahu
Tempat Pelelangan Ikan
Tempat Pelelangan Ikan
Kapal yang akan kami tumpangi
Kapal yang akan kami tumpangi

Dari pelabuhan, kami mulai mengarungi laut jawa. Hahaha lebay sih ya, sebenernya ini teluk gitu, tapi teluk tuh laut yang menjorok ke daratan kan yaaah, jadi boleh dong bilang laut :p sepanjang area ini super excited mau foto tapi sayaaang ga boleh berdiri-berdiri sama si bapak.

20150928_084756_resized (1)

20150928_084955_resized (1)

20150928_103453_resized

Untuk sampai ke sekolah tersebut, kami menyusuri laut kemudian menyusuri sedikit hutan bakau dan masuk ke perkampungan. Nah karena di perkampungan ini banyak jembatan dan airnya lagi pasang, jadi perahunya nyangkut di jembatan, alhasil kami harus turun agak jauh dari sekolah dan jalan kaki. Sepanjang jalan setapak itu banyak tambak udang dan rumput laut daaaaan ada yg lagi panen rumput lauuut. Mau foto, tapi udah diteriak-teriakin si ibu disuruh cepaaat.

20150928_090238_resized

disini banyak ikan kecil dan udang di dalam air. keliatan dari permukaan karena airnya lumayan jernih
disini banyak ikan kecil dan udang di dalam air. keliatan dari permukaan karena airnya lumayan jernih
ini apa hayooo? ini alat penangkap ikan dan udang!
ini apa hayooo? ini alat penangkap ikan dan udang!
Rumah diatas air
Salah satu rumah halaman belakang rumah warga diambil dari perahu. kayu bakar masih jadi bahan bakar utama untuk memasak
Kandang ayam dan kambing diatas air
Kandang ayam dan kambing diatas air
Bapak yang diujung itu lagi panen seaweed!
Bapak yang diujung itu lagi panen seaweed!
Ada yang jualan ikan, kata Pak Somad ikan ini namaya ketang-ketang dan enak banget!
Ada yang jualan ikan, kata Pak Somad ikan ini namaya ketang-ketang dan enak banget! setelah kuperhatikan ini kayanya salah satu varian Fugu deh

Akhirnya setelah 10 menit jalan sampai sekolahnya juga! Dan muridnya berapa? Dua. Dua saja teman-teman. Semakin miris aja lihat daerah ini deh. Ini tuh ga jauh loh, hanya ke timur dan utara sedikit dari jakarta, even cuma 30 menit dari pusat pemerintahan kecamatannya, tapi kok gini amat ya kayak ada di pedalaman kalimantan. Sedih banget deh anak-anak disini sekolahnya ga pake sepatu, kalo pulang pergi harus naik perahu dalam kondisi cuaca apapun, sekelas isinya cuma 5 orang, langit-langit yang bisa roboh kapan aja, dll tantangan yang menghadang tapi tetep rajin sekolah. Lah gueee? ————-”

Hello kids!
Hello kids! gatau deh itu motor siapa nangkring

20150928_095350_resized

Balik lagi, jadi setelah sampai sekolahnya, saya langsung periksa-periksa dan ngisi data untuk puskesmas kemudian suntiiik. Yak 10 menit sajah sudah beres tugas ini. Lalu kami pulang, naik perahu lagi!

Perjalanan-perjalanan kaya gini ngecharge  banget ya. Iya sih ini sepele ya dibanding perjalanan teman-teman sejawat yang bertugas di kalimantan, papua atau area pedalaman lainnya. Tapi menemukan kisah lain dibalik gemerlapnya ibukota dan pabrik-pabrik yang menjulang di sebelah area ini bikin saya banyak mikir dan bersyukur. Alhamdulillah saya sekolah masih bisa ditempuh pake jalur darat ga harus khawatir saat hujan dan pasang, masih bisa sekolah pake sepatu, masih bisa poop dan mandi di toilet yang proper, masih bisa masak pake kompor gas ga perlu niup tungku sampe muka item, masih bisa sekolah ditempat yang proper ga perlu takut eternitnya jatoh tiba-tiba.

Masih banyak peer yang harus dikerjain, banyak banget tapi waktu disini udah selesai. Pengen deh rasanya membina daerah ini kalau nanti saya bisa tugas disini lagi, ga muluk-muluk kok, cuma pengen bikin daerah ini layak ditinggali. Pengen juga mereka punya fasilitas kesehatan yang mudah dijangkau. Sambil saya mau belajar hidup tangguh dari mereka dan belajar budidaya rumput laut! Tetep

Bapak dan ibu puski yang bertugas
Bapak dan ibu puski yang bertugas. teteeeup foto-foto
kalo ga lagi tugas, udah minta abangnya berhentiin perahu di tengah-tengah gini. Sepiiii enak sekali :
kalo ga lagi tugas, udah minta abangnya berhentiin perahu di tengah-tengah gini. Sepiiii enak sekali :”

I’m charged! Terima kasih semuanyaaa sudah ngajarin saya banyak hal hari itu. Semoga nanti saya bisa kembali dan membangun dunia baru bersama kalian 🙂

Bukti saya beneran ngapung-ngapung pake perahu nelayan :p
See you!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s