Sup Iga Bambu Kuning

Halo!

Aku kembali membawa review makan lagi. hehehe. Kali ini aku akan mereview tentang sebuah rumah makan yang cukup legendaris. Rumah makan ini bukan fancy restaurant seperti yang ada di mall-mall ternama, melainkan sebuah rumah makan kecil di pinggir jalan. Tapi jangan salah guys, meski tampilan resto yang minimalis, rasa makanannya juara!

Pertama kali tahu mengenai rumah makan ini dari Alm. kakek. Darah kulineran ini tentu mengalir dari beliau yang memang hobi menajajal tempat-tempat kuliner. Sejak pertama kali ke tempat ini dengan kakek, sampai kemarin kesini lagi sama pakbos, tempat ini masih sama persis. Tidak ada yang berubah mulai dari interior tempatnya sampai rasa makanannya,

Hari itu sabtu siang, aku dan pakbos meluncur dari puskesmas tepatku bekerja. Kalau pulang kantor, via tol JORR kami memang selalu keluar tol di exit Bambu Apus. Karena hari itu laper, jadi kami putuskan untuk mampir ke rumah makan tersebut, berhubung rumah makan ini posisinya hanya sekitar 100m dari exit tol bambu apus. Waktu itu kami sampai sekitar jam 13.00 yang mana masih termasuk jam makan siang yaaa. Daaan yang parkir untuk makan di rumah makan itu masih mengular dari ujung sampai ke ujung jalan lagi.

20140501_152519

Beruntung saat itu, kami langsung dapat tempat duduk tanpa harus waiting list. Saat itu aku pesan Sup dengkul (lutut) sapi, sedangkan pakbos pesan sup iga sapi.

20151004_103756_resized

Ga sampai 10 menit, pesanan kami sudah datang. Aroma kuah yang khas menguar dari mangkuk sup yang masih mengepul. Rasa kuah untuk sup dengkul yang saya pesan cenderung light dengan bau pala yang sangat kuat. Sepertinya waktu masaknya lama, karena rasa kuahnya sangat kaya akan kaldu. Ga bisa terpungkiri selain gurih dari kaldu memang ada rasa gurih yang diciptakan oleh MSG, tapi dimaafin deh gapapa abis enak! hahaha. Di mangkuk itu ada 2 potong dengkul, 1 potong dengkul utuh yang besar dan 1 potongan kecil yang hanya daging saja. Dagingnya empuk sih, tetapi untuk dengkul masih harus usaha makannya, jadi bar-bar gitu deeeeh keliatannya gerogotin dengkul. hahahaha!

20151004_103801_resized

Sedangkan sup iga yang dipesan pakbos kuahnya lebih terasa berbumbu dengan merica dan pala yang menjadi bumbu yang mendominasi. Untuk dagingnya ada sekitar 3 potong iga dengan ukuran yang lumayan besar. Dagingnya sendiri mudah lepas dari tulang jadi cenderung mudah untuk memakannya. Enak!

Untuk bisa menyantap semangkuk sup yang enak ini, kita cukup membayar 30.000 untuk sup iga, 25.000 untuk sup dengkul, 4.000 untuk nasi putih, 5.000 untuk es teh manis dan 1.500 untuk tambahan kerupuk. Memang sedikit mahal untuk ukuran rumah makan kecil, tapi worth it!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s