Museum Kebangkitan Nasional

Halo!

ini sapaan ga ada yang lain selain halo ya?

Beberapa hari belakangan ini kayanya aku lagi rajin ngepost ya? Maklumi saja sedang terkapar, jadi lebih banyak kerjaan yang bisa dilakukan sambil bobok-bobok. Nah, post kali ini agak nyeleneh dari post yang lain, karena tumben banget ini aku ngepost tentang lanjalan.

Jadi guys, beberapa waktu ini saya lagi tertarik banget sama sejarah, sejarah apapun. Nah karena lama-lama bosan juga baca buku sejarah, demi tidak mematikan hasrat keingintahuan, saya putuskan untuk mengunjungi museum-museum yang ada di sekitar ibukota. Hari itu, saya menyambangi 2 museum, Museum Bank Indonesia dan Museum Kebangkitan Nasional. Saat ini saya akan bahas mengenai museum kebangkitan nasional dulu ya!

oh iya, saya ga akan banyak cerita soal konten museum yaaa, karena nanti akan berujung saya menulis novel 100 halaman kalian jadi ga pengen dateng karena cerita saya terlalu informatif kepanjangan.

P51117-140233

Awal mula kenapa saya akhirnya terdampar disini adalah semata-mata saya penasaran aja gimana sekolah FK zaman dulu. Yaaa itung-itung mencari tahu lebih banyak soal sejarah profesi saya. Saya ga berekspektasi tinggi akan menemukan hal-hal informatif disini, tapi begitu masuk woooooow museum ini lumayan keren sekarang, rapi bersih dan informasi yang disajikan tersedia dalam bentuk infographic yang mudah dibaca. Saya bahkan banyak melihat alat-alat kedokteran zaman dahulu yang bikin saya banyak bersyukur masuk FK di zaman yang sudah canggih! hahahaha anak manja

P51117-140211

Gedung ini didirikan pada tahun 1851 di dalam kompleks Rumah Sakit Militer Weltevreeden atau yang sekarang menjadi RSPAD Gatot Soebroto yang kemudian difungsikan sebagai gedung STOVIA. Setelah kepindahan STOVIA pada tahun 1926, gedung ini kemudian dialihkan menjadi tempat pendidikan MULO dan AMS. Saat kependudukan Jepang, gedung ini difungsikan sebagai tahanan pasukan belanda yang melawan Jepang. Setelah kemerdekaan Indonesia gedung ini kemudia ditempati oleh tentara Belanda dan keluarga dari Ambon hingga tahun 1973. Karena nilai historisnya, kemudian gedung ini dipugar pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto di tahun 1974 dan kemudian ditetapkan sebagai Museum Kebangkitan Nasional.

P51117-140031

Saat masuk nanti kita akan diminta untuk mengisi daftar pengunjung di pos satpam, kemudian pak satpam akan mengarahkan kita untuk ke ruang informasi. Di ruang informasi ini, kita akan mendapatkan brosur mengenai museum ini, juga mengenai aplikasi museum digital yang bisa kita download dan gunakan selama didalam museum. Sayang sekali koneksi internet saya agak lambat, jadi saya tidak bisa memanfaatkan aplikasi digital tersebut. Selain itu, kita juga dikasih pulpen gratis! mureeee Saya gatau sih sebenernya katanya masuk museum ini bayar 1000 rupiah ya, tapi kemarin sih saya gratis. hahaha

Nah selanjutnya kita boleh muter-muter di dalam museum sesuka hati! Saya memilih untuk mengikuti alur, jadi dari ruang informasi, saya lanjut masuk ke ruang di sebelah kanannya, yaitu ruang dosen STOVIA. Jadi ruang ini adalah tempat berkumpulnya dosen-dosen STOVIA. Ya selayaknya ruang guru di SMA, ruang dosen ini berisi meja panjang dan kursi mengelilinginya.

P51117-131107

Lanjut lagi, ruang disebelahnya adalah ruang zaaman prakedokteran. Jadi disini dijelaskan mengenai pengobatan dan tindakan tradisional yang dilakukan oleh masyarakat sebelum kedokteran barat masuk ke Indonesia. Sedangkan ruang sebelahnya adalah zaman saat kedokteran mulai masuk dan saat Sekolah Dokter Djawa akan didirikan.

P51117-131303

P51117-131456

P51117-131641

P51117-131911

Ruang III berisi tentang bagaimana peruabahn pendidikan kedokteran saat itu. Pendidikan kedokteran bermula dari kursus mantri campak yang kemudian berubah menjadi Sekolah Dokter Djawa. Oleh Dr. Eijkman kemudian diusulkan untuk dibuat kurikulum 5 tahun sekolah pendidikan dasar kedokteran yang didahului dengan 2 tahun pendidikan persiapan. Sekolah Dokter Djawa kemudian berubah menjadi School tot Opleiding van Inlandsche Artsen atau yang disingkat STOVIA dibawah pimpinan Dr. H. F Roll.

P51117-132314

P51117-132431

Ruang IV ini salah satu ruang favorit saya, ini yang mengingatkan bahwa mahasiswa kedokteran justru salah satu dari orang-orang yang bergerak mempelopori perjuangan kemerdekaan bangsa ini. Di depan ruang ini tertulis “Menuju Dokter Indonesia Yang Tidak Hanya Inlandsche Arts” yang intinya bilang menuju dokter yang bukan cuma dokter. Didalam sini banyak diceritain gimana terbentuknya Boedi Oetomo dan juga gimana STOVIA akhirnya pindah gedung ke Salemba, yang saat ini dikenal dengan FKUI.

P51117-132913

P51117-132940

P51117-133011 (1)

Ruang selanjutnya adalah tempat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Ruangan ini seperti teater gitu kali ya kalo sekarang, jadi kursinya berundak-undak ke atas dengan dosen pengajar di bawah. Suka sekali dengan suasananya, andai bisa sekolah di zaman itu. hehehe.

P51117-133242

P51117-133335

Ruang selanjutnya yang bikin mupeng adalah asrama mahasiswa. I really loooove it. Sederhana sekali sebenernya, lebih mirip barak pengungsian, tapi terlihat nyaman sekali. Nah dengan adanya asrama ini, semua mahasiswa bisa berinteraksi tidak hanya saat jam pelajaran tetapi juga hampir diseluruh waktu, yang mungkin jadi pemicu tumbuhnya obrolan-obrolan kritis yang memunculkan ide pergerakan. Sekarang saya jadi tahu kenapa di tempat saya kuliah mahasiswa tahun pertama wajib untuk asrama. hehehe

P51117-133557

Ruang selanjutnya yang saya datangi adalah ruang display yang menceritakan perjalanan organisasi Boedi Otomo, mulai dari sejarah berdirinya, pendirinya, ketuanya dan perkembangan dari zaman ke zaman. Saya suka dengan display ruangan ini yang cukup modern dan bersih jadi enak untuk berlama-lama baca infographicnya.

P51117-134946

P51117-135256

P51117-135410

P51117-135526

Ada ruangan yang saya hanya foto pintunya saja, karena saya ga berani masuk. huahahaha maklum saat itu jalan-jalan sendirian dan museum itu supersepiiiiii. Ruangan laboratorium yang tidak saya masuki. Huahahaha. Kalau kalian kesana kalian akan tahu kenapa saya memutuskan utnuk tidak memasuki ruangan itu sendirian :p

P51117-135842

P51117-135928

Selain ruang-ruang utama tempat display, museum ini dilengkapi dengan kantin dan perpustakaan. sayang sekali perpustakaannya jaduls dan berdebu, coba kalau ga berdebu mungkin saya akan betah nongkrong disana. hehehe

P51117-135732

Overall, museum ini layak dikunjungi at least sekali seumur hidup, terutama oleh teman-teman sejawat yang ingin tahu sejarah profesinya!

Museum Kebangkitan Nasional, Jl. Abdul Rachman Saleh no. 26, Senen

p.s maaf beuuudh ga bisa moto jadi fotonya ngasal :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s