Review Bahan Seragam : Pasar Mayestik!

Halo!

Guys, kemarin kan sudah diselingi dengan post lain selain tentang nikahan yaaaa, jadi sekarang aku akan membahas soal nikah-nikahan lagi ya! hehehehe

Beberapa waktu lalu, ada kemajuan berarti dari persiapan pernikahan ini. Setelah adanya drama yang bikin kita hampir saja ganti seluruh vendor *dramanya nanti aja ya ceritanya malash* akhirnya berakhir juga drama ituuuh. huahahaha. Dan kemudian aku pun bisa lanjut ke milestone selanjutnya, yaitu salah satu hal yang jadi concern wanita, wedding dress!

Saat awal-awal merencanakan pernikahan, aku dan pakbos sepakat untuk pakai warna putih dan abu-abu sebagai warna baju yang akan kami pakai saat pernikahan. Kami juga sepakat untuk menggunakan baju yang sama baik pada saat akad ataupun resepsi, ya intinya kami kurang sreg dengan konsep ganti baju dari akad ke resepsi karena terkesan ribet. hehheehe. Sampai kemudian menyadari budget yang ada dengan harga pembuatan wedding dress yang mahalnya selangit ga murah-murah amat, membuat idealisme kami luntur dan akhirnya memutuskan untuk pakai baju dari sanggar sajah. huahuahahaha

Baju yang ditawarkan oleh sanggar rias rekanan catering ga begitu variatif karena ukuran badan pengantin warna pilihan kami yang ga wajar. Jadi waktu nemu 1 baju yang warnanya masih oke dengan model yang lumayan dan pastinya muat kami langsung DP disana. Jadi beres dong ya no drama? Tentu saja tidak, ga ada drama rasanya ga asik kan yaaaa? ahahaha. Jadi beberapa saat setelah deal dengan sanggar, ibuku melayangkan protes keras yang isinya mengisyaratkan agar aku tetap bikin baju untuk akad nikah. Yes, baju dari sanggar sudah termasuk baju pinjaman akad nikah. Tapi ibu bilang, baju akad nikah, yang bahannya dibelikan oleh calon ibu mertua adalah tradisi di keluarga yang menyimbolkan rasa sayang dan penerimaan ibu mertua kepada sang calon pengantin wanita. Kalau dilogikakan sih ga perlu ya secara siapa juga yang nolak kalo mau punya menantu cantik pintar dan baik hati kaya gue kaaan tradisi seperti itu ga esensial, tapi yasudah karena mama mertua juga oke yasudah kita bikin sajah.

Aku kemudian datang ke penjahit langganan keluarga, dari dulu setiap mau jahit baju akad selalu disini. Namanya Rumah Jahit Putri, letaknya di kampung tengah di Depan SMP 208 agak terpencil memang tapi butiknya lumayan besar. Waktu itu aku datang kesana dengan ibu, tante dan nenek masing-masing bawa contoh baju untuk dikonsulkan ke Tante Putri. Untuk bajuku sendiri aku memang mau model yang simple seperti baju kurung yang suka dipakai [pengantin malaysia saja. Ternyata tante putri ngasih harga yang beda tipis antara bikin kebaya saja atau sekalian dengan roknya, jadi daripada sayang ya kaaan jadi yaudah lah mari kita bikin baju sekalian atas bawah dan yang bisa dipakai dari akad sampai resepsi. yes, balik ke awal!

Kemarin aku, pakbos dan mama mertua meluncur ke pasar mayestik untuk cari bahan. Itu namanya mayestik yaaaa, walaupun itu udah sepasar isinya toko kain semua, masiiiih aja rame banget. Aku saranin kalo mau belanja kesini mending hari kerja aja deh, karena weekend super rame berdesakan gitu.

Kami langsung menuju 4 toko yang di rekomendasikan oleh penjahitku. Pertama, kami masukk ke La Mode, kesini cuma beli bahan untuk baju pengajian. Tante penjahitku bilang, ada bahan baru dateng yang bagus dan murah dan cocok kalau mau dibikin kaftan-kaftan pakistan seperti yang aku dan ibu ingin, jadi langsung niat kesana. Bener banget sih bahannya satin tebal dan bermotif daun-daun gitu, warnanya juga pastel-pastel cantik gitu.Dan harganya cuma 40rb/meter saudara saudaraaa huahahaha. happy!

P60125-140740

 

Toko kedua yang kami datangi adalah Mumbay, Nah kalau disini karena emang mau liat bahan jas. Beberapa kali beli bahan jas buat ayah disini, jadi buat pakbos mau cari disini juga. Bahan jas pria ada di lantai 2, ini setengah lantai isinya bahan jas semua, variatif mulai dari harga 70rb-500rb. warnanya juga variatif, jadi banyak pilihan. Karena kami mencari bahan abu-abu yang menuju biru jadi ga terlalu banyak sih. Pakbos dan aku tentunya sudah cinta dengan satu bahan abu-abu keluaran hugo boss premium yang emang enak banget. Bahannya keliatan jatuh untuk dibuat jas, dan kayanya ga panas. Hahaha walaupun emang agak pricey, gapapalah toh kan jas bisa dipakai seumur hidup yaaa. Disini juga liat bahan untuk adek-adek. Masih menimbang mau beli bahan semiwool yang agak formal atau bahan drill aja buat mereka, jadi belum dibeli.

P60125-141041
Bahan jas pakbos
P60124-133733
Calon bahan buat adek-adek

Toko ketiga yang kami datangi adalah Fancy, ini toko paling rame diantara yang rame deh. Tokonya sih enak ya, tapi ga kuat banget isinya orang semua. Bahan-bahan disini menurutku lebih banyak dan beragam. Entah kenapa kualitasnya juga lebih bagus hehehe perasaan aja mungkin. Disini awalnya mau lihat bahan kebayaku bahan tulle dan brokat dan lace ada di lantai 3, aku sudah cinta dengan gabungan bahan tulle cornelli yang basenya ada tulle cordi nya, jadi vintage banget gitu deh keren. Sayang sekali hanya tinggal sisa 3 m saja bahannya *nangis dipojokan* Akhirnya disini lihat-lihat bahan untuk ibu mama dan adek perempuan. Dapet brokat lucu yang bahanna lembut dan harganya mureee huahahaha. Untuk adek perempuan rencananya mau bikin cerruti dress aja, kalau ibu dan mama mau kebayaan dan sarungan aja.

P60125-140300
Bahan kebaya ibu mama
P60125-140530
Bahan dress adek-adek

Toko keempat yang saya datangi adalah Mode Mart, disini sebenernya udah tinggal nyari bahanku aja. Ada sih yang mirip ya bahan gabungan tulle cornelli dan cordi juga, tapi bahannya agak sedikit kasar, tapi berhubung dia ada 7m dan aku pun rasanya ga sanggup kalau harus muter-muter lagi jadi aku beli sajah. huahaha. Ini harganya sedikit lebih murah dari yang di fancy, ya memang sih bahannya juga agak lebih kasar sedikit tapi ga masalah hehehe.

P60124-130000
Bahan kebayaku

P60125-141513

Nah overall, setelah ku perhatikan, tampaknya fancy memang paling oke ya, pilihan brokat tulle dllnya banyak dan harganya cenderung paling bersaing, tapi ga sama ha;nya dengan bahan jas. Kalau bahan jas, aku lebih rekomendasiin Mumbay, karena selain bahannya lebih banyak si uncle yang punya dia jauh lebih ngerti soal jas dan mau direpotin ngematchingin bahan. Kalau untuk La Mode dan Mode Mart menurutku tempat alternatif saja hehehe. Walaupun Modemart bisa kasih harga yang jatuuuuh banget jga sih. hehehe

Jadi perbajuan beres yaaa tinggal masuk tukang jahit!

 

See you, guys!

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. Oktin says:

    Haiiii kakak..
    Slm kenal ya..
    Namaku oktin..
    Mau tanya donk..
    Itu penjahitny alamat jelasny dmn ya?
    Range hargany brp ya kak?
    Blh minta contact person dan alamat lengkapnya ga?
    Dtunggu ya..
    Makasi sblmny..

    Like

    1. eiariyanti says:

      halo Oktin! ๐Ÿ™‚
      Penjahitnya ada di kampung tengah jakarta timur. untuk lengkapnya aku email aja yaaa. email kamu apa? hehe

      Like

  2. Oktin says:

    Hehehe..
    Blh..
    Email: shelan.chic@gmail.com

    Blh sekalian sm no tlp pejahitnya y kakak.
    Aku kebetulan rmhnya dkt dr kampung tengah dan lg cari pejahit yg dkt sm rmhku.

    Makasi y kak sblmnya..
    Dtunggu emailny ya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s